little things that matter

Wednesday, August 29, 2007

A Trip To The Land Of Freedom

Liburaaaaaannnn!!!! After having a great refreshing moment in Bali last year, kali ini gue memperluas daerah jajahan liburan ke Thailand dan Malaysia. Thanks to zero fare cost ticket from Air Asia.. hehe…!! Oh iya, in case anyone wonders why I call it ‘The Land of Freedom”, it’s because I read it somewhere that ‘Thai’ means free, so Thailand actually means Land of Freedom. Gituuuuu….

Rombongan liburan kali ini totalnya ada 11 orang, dengan komposisi sembilan cewek dan dua cowok. Hmmm, nggak imbang ya.. Rute liburannya adalah JakartaKuala LumpurBangkok – Pattaya – BangkokKuala LumpurJakarta. Sebenernya gue balik duluan, sisa 10 orang lagi melanjutkan perjalanan dari Kuala Lumpur ke Genting (tryin’ some luck, eh guys?), sebelum balik ke Jakarta.

Banyakkkk banget yang bisa gue catat dari liburan kali ini, selain catatan pengeluaran gue ya (yang kayanya bakal bikin gue jadi miskin for the rest of the month!). Gue coba highlight beberapa hal untuk sekarang.. sisanya menyusul, kalo nggak males..

(Eh, sebenarnya gue mau kasih foto-foto di posting ini, tapi kok nggak bisa ya? ada yang tahu cara lain untuk insert foto nggak?)


Shop 'Til You Drop At Chatucak

Chatucak adalah pasar tradisional di Bangkok. Bukanya cuma hari Sabtu dan Minggu, dari jam 9-an sampai jam 6 sore. Isinya? Errrr, practically EVERYTHING you’re looking for! Mulai dari baju, tas, asesoris, perabotan dan pajangan rumah, souvenir khas Thai, makanan, buku, binatang.. you name it! Dari yang legal sampai yang ilegal juga didagangin disini. Pasarnya gueeedee dan jalan di dalamnya bercabang-cabang membentuk blok-blok. Gue sampai takut kesasar.

Di Chatucak ini keahlian menawar benar-benar diperlukan. Bayangin dong, yang harga awalnya dibilangin 300 Baht, ternyata bisa ditawar sampai 130 Baht. Lucunya, karena hampir semua pedagangnya gak ngerti bahasa Inggris, semua tawar-tawaran harga dilakukan lewat kalkulator. Pedagangnya juga lumayan ramah. At least, gue gak pernah dijutekin cuma karena nawarnya kerendahan, kayak di ITC tuh.. hehehe…

Aneh juga sih, di Jakarta aja gue nggak pernah tuh, yang namanya pergi ke pasar tradisional. Eh, ini malah gue menghabiskan waktu sampai hampir 5 jam di pasar Bangkok ini. Pulang dari sana, kaki gue rasanya mau rontok. Mungkin gue harus mulai rajin jalan-jalan ke pasar di Jakarta, siapa tahu banyak barang lucu didalamnya, ya kayak di Chatucak ini.

Satu lagi, kalo lo ke Chatucak dan tiba-tiba ngelihat satu toko yang barangnya lucu dan lo pengen beli, segera lakukan saat itu juga! Kalo lo tunda dengan pikiran, ‘nanti aja pas balik’, percaya deh, the chance of you finding the store again on your way back is as slim as the chance of finding halal restaurant in Thailand!

Nonton Tiffany’s Cabaret di Pattaya

Oke, oke… gue tahu semua orang udah tahu kalo Thailand terkenal dengan transvertite alias warianya. However, it still amazed me looking at how perfectly ‘re-shaped’ they are. Gue nonton Tiffany’s Cabaret, salah satu pertunjukan kabaret paling besar di Pattaya (katanya), yang anggotanya semua cowok. Dua hal yang bikin gue jatuh cinta sama pertunjukan ini, dekorasinya yang sumpah mampus bagusss banget dan penampilan para pemainnya. Sebagai cewek sejati sejak lahir (gue sebetulnya merasa perlu mencetak tebal, garis bawah dan cetak miring pernyataan ini), gue merasa minder melihat transvertites itu. Gila looo… mereka menari dengan sangat gemulai, lincah dan luwes banget. Badannya itu lo boww… sumpah bikin sirik.. tinggi langsing, perut rata dan kulit putih. Dengan kostum yang mewah dan gemerlapan, jadilah mereka bintang pertunjukan yang cantik banget malam itu. Kedua cowok di rombongan kita, Abas dan Budy, sampai sempat meragukan orientasi seksual mereka.. hehehe…

Selesai show, para pemain kabaret itu berpose di halaman gedung pertunjukan. Ternyata kita bisa foto bareng mereka, tapi harus bayar! Gue bayar 50 Baht untuk foto bareng transvertite yang bajunya paling bagus, kayak gaunnya Cinderella. Begitu gue ceritain ini sama adek gue pas pulang ke Jakarta, adek gue ketawa sampai guling-gulingan. Komentarnya satu, “Jadi, lo jauh-jauh ke Thailand, bayar hampir 15 ribu perak buat foto bareng banci??.. huahahahaha….”

Hmmmm.. gue baru merasa ada yang aneh disini.

1 Comments:

  • wakakak...
    leave it to your brother to make comments like that... hehehe...

    luv your blog, babe!

    By Blogger dettadwiarto, at 9:19 PM  

Post a Comment

<< Home